TETAP BERPEGANG TEGUH PADA AQIDAH SUNAH WALJAMA'AH

Jumat, 22 Juli 2011

Zakat Fitrah

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Zakat Fitrah adalah zakat yang di khususkan untuk umat Nabi Muhammad SAW. Umat nabi-nabi sebelumnya tidak ada kewajiban mengeluarkan zakat fitrah. Yang mashur, perintah mengeluarkan zakat fitrah turun pada tahun ke-2 hijriyah, yaitu padi 2 hari menjelang hari raya Idul Fitri.
Fungsi dari zakat fitrah adalah menyempurnakan ibadah puasa yang kita kerjakan pada bulan Ramadhan. Waktu wajib untuk mengelurkan zakat fitrah adalah saat terbenam matahari di akhir bulan Ramadhan. Boleh dikeluarkan di awal bulan Ramadhan, Sunahnya sebelum shalat Idul Fitri, akan tetapi hal tersebut jarang  dikerjakan orang karena akan merepotkan dalam pelaksanaannya. Makruh dikeluarkan sampai waktu Magrib di hari Raya Idul Fitri. Haram hukumnya sampai melewati waktu Magrib di hari Raya Idul Fitri, terkecuali ada udzur (halangan), seperti belum adanya harta untuk di zakatkan.


Kadar dari zakat fitrah, yaitu 3½ Liter atau 2½ Kg. bahan makanan pokok. Syarat mengeluarkan zakat fitrah harus mendapatkan 2 (dua) bagian bulan, yaitu satu bagian di bulan Ramadhan dan satu bagian lagi di bulan Syawal. Sebagai ilustrasinya adalah sebagai berikut:
1.    Bayi yang lahir di akhir bulan Ramadhan dan dapat hidup sampai memasuki awal hari Raya Idul Fitri, maka untuk bayi tersebut ada kewajiban bagi orang tuanya untuk mengelurkan zakat fitrah. Karena bayi tersebut mendapatkan 2 (dua) bagian, yaitu satu bagian di bulan Ramadhan dan satu bagian lagi di bulan Syawal.
2.    Orang yang hidup sejak awal bulan Ramadhan, akan tetapi satu menit menjelang hari raya Idul Fitri, orang tersebut meninggal dunia, maka tidak ada kewajiban bagi dirinya ataupun  keluarganya untuk mengeluarkan zakat fitrah. Apabila zakat fitrah sudah terlanjur dikelurkanpun, zakat fitrah tersebut dapat diminta kembali atau dianggap sebagai shodaqoh biasa. Tidak ada kewajiaban zakat fitrah karena orang tersebut hanya hidup pada satu bagian saja, yaitu bulan Ramadhan dan tidak mengalami/mendapatkan bulan Syawal.
3.    Bayi yang lahir setelah memasuki waktu magrib di akhir bulan Ramadhan, maka tidak ada kewajiban bagi orang tuanya untuk mengeluarkan zakat fitrah. Karena bayi tersebut hanya mengalami/mendapatkan satu bagian saja, yaitu bulan Syawal.

Zakat Fitrah ada juga yang menyebutnya sebagai Zakat Badan atau Zakat Diri, karena fungsinya sebagai pembersih diri kita.


Rukun Zakat Fitrah ada 4, yaitu:
1.    Niat, semua awal ibadah harus di awali dengan niat. Karena tidak sah amalan wajib seseorang apabila tidak di dahului oleh niat. Niat Zakat Fitrah yaitu: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah atas diriku dan orang yang menjadi tanggunganku.” Niat di ucapkan oleh orang yang mengelurkan zakat.
2.    Orang yang berkewajiban mengelurkan zakat, yaitu muslim.
3.    Orang yang dibayarkan zakatnya, seperti istri, anak, pembantu dan orang lain yang berada dalam tanggungannya.
4.    Harta yang di zakatkan berupa makanan pokok seperti beras sebanyak 3½ Liter atau 2½ Kg.

(Sumber: Al Ustdz. Al Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar